Cara Jitu Berpikir tentang Informasi

Six-Frames-For-Thinking-Canvas

Kita dilingkupi oleh informasi. Informasi yang kita dapat tidak pernah semudah sebelumnya (internet, dll). Tapi informasi saja tidak cukup. Yang penting adalah bagaimana kita melihat infromasi tersebut. Bagaimana kita memperoleh hal terbaik dari informasi? Pertanyaan inilah yang perlu kita perhatikan.

Enam Bingkai ini menyediakan metode untuk memperoleh nilai dari informasi. Enam bingkai ini, oleh karenanya, penting sebagaimana halnya informasi itu sendiri.

Metode ini sangat sederhana untuk digunakan. Supaya efektif, bagaimanapun, adalah penting untuk hati-hati dan disiplin. Hanya percaya kamu sedang melakukan sesuatu, tidaklah sebaik saat kamu melakukannya secara serius dan hati-hati.

Musuh besar dari pikiran baik (good thinking) adalah kebingungan. Sayangnya, semakin aktif suatu pikiran, semakin besar pula resiko kebingungannya. Tujuan dari semua pemikiran baik adalah kejelasan. Tapi kejelasan tidak berguna jika ia mengorbankan keseluruhan. Untuk menjadi jelas tentang bagian kecil dari situasi adalah tidak berguna sama sekali – dan bahkan berbahaya. Ada sebuah keperluan untuk mendapatkan kejelasan dan keseluruhan pada saat yang bersamaan.

Penyebab utama dari kebingungan adalah berusaha untuk melakukan segala hal pada satu waktu. Ketika pikiran berusaha untuk melakukan segala sesuatu pada satu waktu, pikiran berhenti melakukan satu hal secara tuntas dan begitu juga hal lainnya.

Kita hidup di era informasi. Kita dibom oleh informasi dan kita punya akses mudah pada informasi seperti yang kita perlukan – faktanya lebih dari yang kita perlukan. Bagaimana reaksi kita pada informasi tersebut?

Di lain sisi, jika kita hanya bersentuhan dengan informasi yang sangat kita perlukan, hidup akan sangat sederhana tapi sangat terbatas dan sangat membosankan. Kita juga perlu bereaksi atas informasi yang kita temui di televisi dan radio dan koran dan majalah dan percakapan orang lain. Bagaimana kita bereaksi pada infromasi-informasi tersebut?

Ada banyak aspek penting dari informasi, seperti ketepatan, bias, kepentingan, relevansi, nilai, dll. Kita bisa menguji semua aspek ini pada satu waktu. Kita juga bisa memisahkan mereka untuk menghindari kebingungan dan untuk memastikan bahwa kita meliput semua cara yang berbeda dalam melihat informasi.

Inilah yang ‘Enam Bingkai untuk Berikir tentang Informasi’ lakukan. Kita melihat melalui sebuah bingkai pada satu waktu. Seberapa akurat informasi ini? Prasangka (bias) apakah yang ada dalam informasi ini? Keenam bingkai ini terpapar di bawah.

Jika kamu meminta seseorang ke taman dan melihat semua warna, teman itu biasanya akan melihat warna yang dominan – merah di mawar, putih di melati, dll – dan bisa kurang melihat pada warna yang kurang jelas. Jika kamu meminta orang yang sama untuk keluar dan melihat warna biru, lalu merah dan lalu kuning, pindaian informasinya akan lebih menyeluruh.

Mempunyai bingkai untuk berpikir tentang informasi berarti bahwa dengan masing-masing bingkai pikiran disiapkan dan dipekakan untuk melihat hal-hal berbeda. Kita bisa memperhatikan ketepatan informasi. Kita bisa memperhatikan sudut pandang informasi. Kita bisa memperhatikan minat/kepentingan informasi. Setiap bingkai menyiapkan pikiran untuk melihat informasi dalam cara khusus. Kita melihat apa yang kita siapkan untuk lihat.

Enam Bingkai ini menyediakan alat sederhana untuk mengalami dan melihat informasi. Masing-masing bingkai punya simbol sendiri-sendiri. Dengan memisahkan cara berpikir tentang informasi dan dengan simbolisasi cara-cara ini dalam berbagai bentuk, kita mengontrol cara pikiran kita bekerja. Kita sekarang bisa memusatkan perhatian kita secara lebih leluasa daripada membiarkannya mengembara dalam jalan kebingungannya.

Kita tahu bahwa persepsi adalah bagian terpenting dari pikiran kita. Jadi cara kita melihat infomasi adalah penting.

1. TUJUAN (PURPOSE): BINGKAI SEGITIGA

Segitiga bersudut-sudut. Sebuah segitiga mendatar mengesankan sebuah panah menunjuk suatu arah. Arah itu adalah tujuan. Dengan Bingkai Segitiga, kita menimbang tujuan penglihatan kita pada informasi.

Kita dilingkupi oleh informasi setiap saat. Kebanyakan dari saat itu kita tidak punya sebuah ‘tujuan informasi.’ Kadang-kadang kita punya. Adalah berguna untuk mempunyai ide jelas dari tujuan itu.

Bingkai segitiga menekankan pentingnya kejelasan/menjadi jelas, penghamparkan dasar yang tepat pada keperluan akan informasi dan hubungan dengan informasi. Ini membuat penggunaan kita akan informasi lebih efektif. Kita perlu menjelaskan apa yang kita inginkan dari semua informasi-informasi.

Ketiga sudut dari segitiga bisa bermakna:

Sudut 1: APA? Apa tujuan dari informasi yang kita cari atau pindai?

Sudut 2: KENAPA? Kenapa kita perlu informasi ini? kenapa informasi ini berharga? Kenapa informasi ini akan berdampak pada kita?

Sudut 3: DIMANA? Dimana kita harus mencari infomasi ini? Apakah kita mencari di tempat yang benar?

2. KETEPATAN (ACCURACY): BINGKAI LINGKARAN

Ketepatan informasi dilihat melalui Bingkai Lingakaran. Lingkaran menggambarkan pusat target, sang ‘mata sapi’. Ketepatan bergantung pada seberapa tepat kamu mengenai target atau seberapa jauh yang kamu bisa.

Ketepatan informasi sangatlah penting jika kamu harus bersandar pada informasi untuk tindakan, keyakinan, dan pendapat.

Bingkai Lingaran mengundang kita untuk memusatkan perhatian kita secara khusus pada ketepatan informasi yang kita cari. Nilai dari informasi itu bergantung langsung pada ketepatan penilaiannya.

Kita sering terlalu mudah memperlakukan ketepatan secara langsung-selalu-benar (taken for granted). Ini karena kita mempercayai sumber-sumber, seperti koran, dan juga karena itu akan sangat sulit mengecek hal-hal setiap waktu. Untuk tujuan praktis, kita terlalu siap untuk menerima ketepatan informasi yang diperlukan.

Bingkai Lingkaran adalah sebuah undangan pada diri kita dan orang lain untuk melihat secara langsung pada pokok ketepatan informasi.

3. SUDUT PANDANG (POINT OF VIEW): BINGKAI KUBUS

Dalam kubus, semua sisinya sama. Inilah definisi kubus. Bisa tidak banyak situasi dimana ada empat sisi pada suatu masalah, tapi jika saja ada, mereka akan diperlakukan secara sama. Kubus juga mengesankan bahwa adalah mungkin untuk mendekati masalah dari sisi mana saja.

Ada tumpang tindih antara bingkai ketepatan (lingkaran) dan bingkai pandangan (kubus). Jika sebuah keadaan ditampilkan dalam cara yang bias, maka itu tidaklah akurat. Jika hanya satu sisi suatua gambar diberikan, maka itu tidaklah tepat. Pada saat bersamaan, sebuah laporan bisa secara akurat mempersembahkan satu sisi dari gambar.

Untuk banyak alasan praktis, ada keperluan untuk mempunyai sebuah bingkai yang mencatat sudut pandang informasi. Tak penting seberapa besar kita bisa mengasumsikan kenetralan, adalah berguna untuk mempunyai sebuah bingkai yang memusatkan perhatian kita pada sudut pandang yang sedang digunakan.

Melihat informasi dengan cara berbeda-beda akan semakin penting sebagaimana kita terbiasa meletakkan informasi kedalam komputer (gadget, dll, terj).

Bisa akan terlihat membuang waktu untuk menguji informasi untuk netralitas ketika netralitas jarang ada pada suatu kasus. Pada saat bersamaan, adalah berguna dan penting untuk menjelaskan secara rinci sifat alami dan kekuatan sebuah bias. Tanpa penjelasan semacam itu, adalah sulit dan berbahaya untuk menggunakan informasi tersebut.

Jika Bingkai Kubus menjadi kebiasaan umum pembaca, lalu kemudian editor koran akan membuat usaha lebih untuk menyediakan sudut pandang berimbang – sesulit itu bisa jadi. Jika tidak, para pembaca mungkin akan beralih pada penerbitan yang menyediakan sudut pandang berimbang.

4. KETERTARIKAN (INTEREST): BINGKAI HATI

Perihal-perihal hati adalah selalu berupa ketertarikan kuat bagi pemiliknya. Mereka biasanya adalah juga ketertarikan orang lain. Jadi bentuk hati menyimbolkan ‘ketertarikan’. Cukup untuk membicarakan ‘Bentuk Hati,’; tidak perlu lagi membicarakan ‘bingkai bentuk hati.’

Di satu pengertian, ketertarikan itu tak berguna – tapi itulah aspek paling mengagumkan dari informasi. Ketertarikan bukanlah lawan kebutuhan, tapi ketertarikan sangat berbeda.

Ketertarikan itu cantik dan molek. Sesuatu yang kamu ambil berdasarkan ketertarikan masuk dalam pikiranmu dan mungkin akan berguna nanti – tapi kamu tidak mengambilnya untuk kegunaannya. *

Ketika kita sedang menggunakan informasi untuk menjawab beberapa kebutuhan, lalu kebutuhan itu cukup kuat untuk mencari informasi tersebut. Ada lebih, bagaimanapun, dalam informasi daripada kepuasan kebutuhan akan momen. Bingkai Hati memusatkan perhatian pada perihal ketertarikan.

Ada barangkali perihal ketertarikan umum dan perihal ketertarikan khusus yang berhubungan dengan yang sedang kita lakukan atau akan lakukan.

‘Ketertarikan’ bisa terlihat sebagai area yang tak dapat diraba, tapi merupakan salah satu yang paling penting. Dari masa ke masa, kepekaan pada ketertarikan membangun sebuah gudang luas latar belakang informasi yang akan menjadi berguna dalam banyak situasi.

5. NILAI (VALUE): BINGKAI INTAN

Intan adalah simbol nilai. Bingkai bentuk intan pindaian sebuah nilai: ‘Apa nilai informasi ini?’

Ada tumpang tindih yang nyata antara kebutuhan, nilai, dan kepentingan, tapi mereka juga perlu untu dipisahkan.

Informasi yang menjawab sebuah pertanyaan atau memenuhi kebutuhan jelas bernilai.

Sesuatu yang menarik adalah juga bernilai. Ini berlaku bahkan pada ketertarikan khusus.

Nilai bingkai ini akan cenderung untuk digunakan pada bagian akhir – setelah penggunaan bingkai yang lain. apakah nilai dari informasi ini?

Bingkai intan adalah ringkasan dan pandangan: ‘Apakah nilai dari informasi ini?’ Ada jenis-jenis nilai yang berbeda dan tingkat nilai yang berbeda-beda. Bingkai intan adalah tentang klarifikasi nilai-nilai ini melalui perhatian langsung. Bahkan jika sebuah nilai terlihat melalui bingkai lain, ia bisa diliha lagi dengan Bingkai Intan.

6. HASIL (OUTCOME): BINGKAI PAPAN

Apa yang kita letakkan di papan pada akhirnya? Apa hasilnya? Apa kesimpulannya? Papan menggambarkan sebuah panggung di mana sesuatu ditempatkan dan dipamerkan.

Bisa jadi bahwa waktu telah dihabiskan untuk melihat informasi yang tak dapat dipercaya karena nilainya yang kecil. Bisa jadi juga kebutuhan kita telah terpuaskan. Bisa jadi bahwa ada banyak informasi tambahan yang berguna.

Dengan bingkai papan kita memaparkan kesimpulan kita.

Bingkai Papan adalah untuk hasil dan kesimpulan. Ia mensyaratkan usaha sadar untuk memaparkan kesimpulan pada papan untuk diri kamu dan orang lain untuk lihat. Tidaklah cukup beranggapan bahwa semua orang dihadapkan pada informasi yang sama datang dengan kesimpulan yang sama. Ada sebuah keperluan untuk menjelaskan kesimpulan secara rinci dengan jelas dan hati-hati. Untuk melakukan ini kita harus memikirkannya. Inilah yang penting.

RINGKASAN

Kita tidak bisa hidup tanpa informasi. Ada informasi yang sangat kita butuhkan. Kemudian ada informasi yang mempengaruhi kita.

Kita di lingkupi oleh infomasi. Nilai, akurasi dan minat informasi bisa sangat berbeda-beda. Keenam Bingkai yang dipaparkan ini dan simbol-simbolnya yang kuat mengizinkan kita untuk lebih berhati-hati dalam memilih informasi. Kita bisa dengan sadar menyiapkan pikiran kita untuk memperhatikan aspek-aspek berbeda dari informasi. Ini membisakan kita untuk mendapatkan nilai lebih banyak dari informasi.

Bingkai-bingkai ini bisa digunakan oleh seseorang saat ia mencari informasi. Bingkai-bingkai ini juga bisa digunakan sebagai bahasa kode antara dua orang dalam grup diskusi. Mereka menyediakan tulisan cepat sederhana untuk memandu perhatian atau menyarankan perhatian itu mungkin dipandu pada satu aspek tertentu dari informasi.

Diterjemahkan dan disusun dari:

Bono, E. 2008. The Six Frames for Thinking about Information. UK: Vermilion

sumber gambar: ini *hak cipta seluruhnya ada pada Edward de Bono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s